Oleh. Paulus F Samuel
Jogie seorang lelalki muda beranak dua, sudah tiga hari lamanya tidak ditegur oleh isterinya, persoalan awalnya demikian,.... Jogie sedang mau pergi ke toko, isterinya memesan asinan, karena kebetulan isteri jogi hamil anak yang ketiga. Sebenarnya kalau pergi mencari sendiripun apa yang diinginkan saat itu bisa saja, sebab jarak toko dengan rumah Jogie tidak terlalu jauh, tapi yach namanya juga orang hamil, aneh-aneh saja keinginannya, mungkin saat itu isterinya menampilkan sifat manjanya kepada Jogie. Karena keasyikan ngumpul dengan kawan-kawannya, Jogie akhirnya pulang larut malam, sang isteri menunggu pesanan hingga ketiduran diruang tamu, celakanya lagi, Jogie lupa membelikan pesanan isterinya.
Singkat kata singkat ceritera, mulai saat itulah Hogie tidak pernah ditegur sapa oleh isterinya, apapun cara yang digunakan untuk membuat isterinya kembali mau bicara dengannya sia-sia. Suatu hari Jogie mendapatkan akal, Jogie pergi keluar, satu jam kemudian Jogie kembali, setiba dirumah, Jogie menampilkan ekspresi wajah yang tidak begitu bersahabat. Tanpa ba bi bu, Jogie mulai beraksi, pergi kekamar segala lemari, laci, tempat tidur diperiksa dengan cara yang sedikit kasar, demikian juga diruang tamu, diruang makan, kepekarangan belakang hingga kembali kedalam rumah, aksi yang sama diulang membuka, memeriksa dan menutup dengan kasar.
Isterinya yang menyaksikan keadaan tersebut menjadi kuatir bercampur penasaran, akhirnya angkat bicara, apa sich yang abang cari, kayaknya penting benar ? kata isterinya. Namun apa jawaban yang diberikan Jogie kepada isterinya, itulah sesungguhnya yang saya cari !!!, isterinya makin penasaran karena gak tahu apa sesungguhnya yang di cari Jogie, apa sich barangnya bang ? kata isterinya makan penasaran. Jawab Jogie, itu lho, kata-katamu itulah, yang sudah tiga hari ini aku cari !
Rabu, 11 Juni 2008
SIGILA DAN SISUMBING
Oleh. Paulus F Samuel
Pada suatu hari, ditengah teriknya matahari, seseorang yang tidak begitu waras pemikirannya sedang duduk santai ditepi jalan, dalam bersantai, orang yang tidak waras tersebut sedang berkreasi dengan pakaian yang dikenakannya, entah siapa yang memberinya, kita juga tidak tahu. Tangannya yang kreatif menyobek-nyobek baju yang dikenakan tersebut, kemudian lewat sesorang yang secara fisik tidak begitu sempurna, karena bibirnya sumbing, dengan nada dan gaya sok usil, ia nyeletuk mengatai orang yang tidak waras itu, katanya.... dasar orang gila, pakaian yang bagus kog disobek-sobek !!!. Orang yang tidak waras tak bergeming sama sekali, namanya saja orang gila.
Namun aneh setelah orang yang mengatainya berlalu kurang lebih satu meter dari hadapannya, orang yang tidak waras tersebutpun nyeletuk, katanya... dasar orang yang paling gila, bibir bagus-bagus, kog disobek-sobek !!!
Pada suatu hari, ditengah teriknya matahari, seseorang yang tidak begitu waras pemikirannya sedang duduk santai ditepi jalan, dalam bersantai, orang yang tidak waras tersebut sedang berkreasi dengan pakaian yang dikenakannya, entah siapa yang memberinya, kita juga tidak tahu. Tangannya yang kreatif menyobek-nyobek baju yang dikenakan tersebut, kemudian lewat sesorang yang secara fisik tidak begitu sempurna, karena bibirnya sumbing, dengan nada dan gaya sok usil, ia nyeletuk mengatai orang yang tidak waras itu, katanya.... dasar orang gila, pakaian yang bagus kog disobek-sobek !!!. Orang yang tidak waras tak bergeming sama sekali, namanya saja orang gila.
Namun aneh setelah orang yang mengatainya berlalu kurang lebih satu meter dari hadapannya, orang yang tidak waras tersebutpun nyeletuk, katanya... dasar orang yang paling gila, bibir bagus-bagus, kog disobek-sobek !!!
Langganan:
Komentar (Atom)